Post Hoc Ergo Propter Hoc

Post hoc ergo propter hoc secara literal bisa diterjemahkan sebagai “setelah ini, sehingga karena ini” merupakan salah satu jenis kesesatan logika atau fallacy dimana seseorang seseorang menyimpulkan bahwa suatu kejadian disebabkan oleh kejadian lain hanya karena kejadian lain tersebut terjadi lebih dulu. Karena namanya terlalu panjang, fallacy ini sering disebut dengan post hoc saja.

Contoh kesalahan logika post hoc ergo propter hoc:

  • Abrasi di Pantai Kusamba semakin parah sejak adanya reklamasi di
  • Agus makan soto kemudian sakit perut, lantas disimpulkan bahwa sakit perut yang diderita Agus disebabkan oleh soto yang dia makan.
  • Budi beli TV baru kemudian rumahnya kemalingan, lantas disimpulkan bahwa Budi kemalingan karena TV yang dia baru beli.
  • Hasan saat kecil pernah divaksin, setelah besar Hasan kemudian mengalami autisme, lantas orang menyimpulkan bahwa vaksin bisa menyebabkan orang mengalami autisme.
  • Setelah ayam berkokok lantas matahari kemudian terbit, lantas disimpulkan bahwa matahari terbit karena ayam yang berkokok.

Post hoc ergo propter hoc sering ditemukan dalam argumen sehari-hari. Orang sering terjebak dengan kesalahan logika ini karena pada kenyataannya apa yang terjadi saat ini tidak lepas dari pengaruh peristiwa yang terjadi sebelumnya. Yang dilupakan oleh mereka yang terjebak post hoc fallacy adalah bahwa tiap peristiwa memiliki nilai pengaruh yang berbeda terhadap kejadian setelahnya.

Ya benar bahwa abrasi di Pantai Kusamba makin parah setelah reklamasi Pulau Serangan, tapi belum tentu reklamasi tersebut yang menyebabkan abrasinya makin parah, bisa jadi karena faktor lain seperti pemanasan global. Ya Agus sakit setelah makan soto tapi bisa jadi sakitnya terjadi karena makanan lain di hari sebelumnya, sakit perut kan belum tentu terjadi secara mendadak. Karenanya, dalam sains orang tidak bisa menyimpulkan hubungan sebab akibat suatu peristiwa hanya dari waktu kejadian, perlu ada penelitian dan hitung-hitungan statistik untuk tahu mana faktor yang berpengaruh secara signifikan atau tidak.

Komentar