Mengapa Jari Mengerut Saat Basah?

Seringkali ketika kita dalam keadaan basah terlalu lama, seperti saat mandi atau berenang, kita menemukan bahwa kulit jari-jari tangan kita mengerut dan terlihat keriput. Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena kulit tangan kemasukan banyak air, dan teori ini masuk akal karena jika dihubungkan dengan peristiwa osmosis. Namun ada sebuah hipotesis lain yang mengatakan bahwa hal tersebut memang secara alami terjadi sebagai bentuk adaptasi agar manusia bisa bertahan hidup.

Penampakan kulit telapak jari yang mengerut saat basah.
Penampakan kulit telapak jari yang mengerut saat basah.

Adalah Mark Changizi, seorang ahli neurobiologi dari Lab 2AI di Boise, Idaho, yang mengemukakan teori bahwa bahwa kulit jari manusia sengaja mengkerut sebagai bentuk adaptasi dalam lingkungan basah sebagai upaya agar manusia tetap dapat bertahan hidup.

Dalam jurnal Brain, Behavior and Evolution, Mark Changizi menyatakan bahwa mengerutnya jemari tangan dan kaki adalah reaksi fisik yang memiliki dua tujuan. Pertama, mencegah air terlalu banyak terserap oleh tubuh, dan kedua untuk menambah daya genggam (grip) dari kulit tangan. Fungsi ini sama seperti pada ban yang punya kemampuan mengembang saat basah sehingga menambah daya cengkram atau daya lekat ban pada aspal.

Menambah daya genggam saat basah penting untuk mencegah risiko tergelincir misalnya saat memanjat pohon atau membawa makanan saat hujan, hal ini juga terkait evolusi bahwa leluhur manusia dulu memang tinggal di pepohonan.

Tambahan:
Ada artikel yang mengatakan bahwa kulit jari mengerut karena ada hubungannya dengan kelenjar sebaceous. Hal tersebut tidaklah benar karena kelenjar sebaceous tidak terdapat pada telapak tangan dan kaki, dan fungsinya lebih untuk menjaga kelembaban wajah dan rambut.

Komentar